Seputar Peradilan

Monitoring & Evaluasi ZI, Sosialisasi Whistle Blowing Sistem (WBS) serta Pendampingan Zona Integritas dari BPS

Jumat, 6 Maret 2020

Pengadilan Agama Cirebon mengadakan monitoring dan evaluasi, sosialisasi Whistle Blowing Sistem (WBS) serta Pendampingan Zona Integritas dengan turut megundang nara sumber yang berasal dari Badan Pusat Statistik.  Agenda monitoring dan evaluasi yang diadakan pada pukul 09.00 wib dihadiri oleh seluruh pegawai Pengadilan Agama Cireon. Ketua PA Cirebon Dra. Hj. Siti Salbiah, S.H., M.Si. membuka rapat dengan memberikan motivasi dan semangat kepada seluruh tim zona pembangunan ZI.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan progres dari masing-masing area. Area I menjelaskan bahwa progres yang telah dicapai yaitu 90 %. hanya tinggal 2 eviden lagi yang harus dipersiapkan. Area 2 menjelaskan bahwa progres yang telah dicapai yaitu 70 %. Ada kendala yaitu SOP yang harus dievaluasi sehingga membutuhkan proses yang cukup panjang. Area 3 menjelaskan bahwa progres yang telah dicapai yaitu 50 %. kendala yang dihadapi yaitu masih harus mengmpulkan eviden yang belum tersusun. area 4 menjelaskan bahwa progres yang telah dicapai yaitu 90 %, hanya tinggal SK Satgas SAKIP yang belum dibuatkan. Area 5 menjelaskan bahwa progres yang telah dicapai yaitu 50 %. beberapa kegiatan belum dapat dilaksanakan seperti sosialisasi SPIP dan Whistle Blowing Sistem. Area 6 menjelaskan bahwa progres yang telah dcapai yaitu 90 %. kendala yang dihadapi yaitu survey kepuasan masyarakat tahun 2020 harus dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Agenda kedua yaitu Sosialisasi WBS serta Pendampingan ZI dengan mengundang Bpk Joni Kasmuri selaku Kepala Badan Pusat Statistik Kota Cirebon. Acara Sosialsasi WBS serta Pendampingan ZI diadakan pada pukul 13.30 wib bertempat di R. Sidang 1 Gedung Pengadilan Agama Cirebon. Ketua Pengadilan Agama Cirebon, Dra. Hj. Siti Salbiah, S.H., M.Si. mengampaikan terimakasih kepada Kepala BPS untuk bersedia menjadi narasumber Sosialisasi SPIP, WBS dan Pendampingan ZI.

Bpk. Joni Kasmuri menjelaskan bahwa ZI terbagi menjadi 2 bagian, komponen pengungkit dan hasil dengan nilai 60 % untuk komponen pengungkit dan 40% untuk komponen hasil.  Whistleblowing System (WBS) adalah sistem pelaporan pelanggaran yang memungkinkan peran aktif pegawai dan pihak eksternal organisasi untuk menyampaikan pengaduan mengenai tindakan pelanggaran dan dugaan pelanggaran. 

Pada kesempatakn kali ini Joni kasmuri juga menjelaskan tentang komponen hasil dari Zona Integritas yang berbobot 40%. Komponen Hasil merupakan sasaran hasil pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM, yang terdiri dari : a. Terwujudnya Pemerintahan yang Bersih dan Bebas KKN dan b. Terwujudnya Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik kepada Masyarakat. Tercapainya komponen hasil ini tergantung pada keberhasilan penerapan komponen pengungkit. Dengan demikian, komponen pengungkit menjadi faktor penentu pencapaian sasaran hasil pembangunan Zona Integritas menuju WK/WBBM, yaitu: pemerintahan yang bersih dan bebas KKN serta peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

(kasubag it/hfs)

Agenda I : Monitoring dan Evaluasi ZI

 

Agenda II : Sosialisasi WBS dan pendampingan ZI oleh Kepala BPS